Ketua
Departemen Penyakit menular Menri Kesehatan, Dokter Herculano Seixas do Santos,menyarankan
Mentri Komersial, Industri dan Lingkungan untuk menaikkan harga rokok dipasaran
menjadi $10per bungkus
Ia
mengatakan , kami sudah melakukan pertemuan dengan MKIA dan Mentri Keuangan,
walaupun belum ada keputusan soal harga rokok di pasaran, tetapi undang –
undang mengijinkan untuk menaikkan harga rokok di pasaran.
“Untuk
mengurangi angka perokok, kita harus menaikkan harga rokok di atas $10 per
bungkus, agar anak – anak dibawah umur tidak mengkonsumsi rokok, dokter Seixas
mengatakan, di Sentru Juvenile Taibessi, Dili.
Menurutnya,
salah satu jalan alternative yang efektif untuk mengurangi angka perokok di
Timor Leste adalah menaikkan harga rokok di pasaran, sebab dari hasil survey
menunjukkan angka konsumen rokok sangat
tinggi, karena harga rokok murah.
Menurut
hasil survey dari Mentri Keuangan tahun 2013 menunjukkan 50% anak – anak usia 12-17
yang mengkonsumsi rokok per hari dan 70% laki – laki usia 17 ke atas yang
mengisap rokok per hari. Timor Leste menjadi Negara yang mendapat rating tinggi
sebagai pengkonsumsi rokok di Asia.
Di
pihak lain,Iha parte seluk, Direktur Organizasaun Unidade Joventude ba Progresu
Comunidade, Euklidis Torrezao, juga setuju dengan inisiatif tersebut, untuk
mencegah masa depan anak – anak dari penyakit ganas penyebab dari rokok.
“Kami
berpikir menaikkan harga rokok di pasaran dari $1 ke $20 per bungkus, karena
rokok murah maka angka perokok juga semakin bertambah sehingga sangat sulit
untuk dicegah, Lanjutnya.
Ia
melanjutkan, jika harga rokok naik di pasaran, tentunya hanya orang yang punya
uang saja yang bisa merokok, anak – anak tidak bisa lagi merokok, karena tidak
punya uang untuk membeli rokok.
Selain
itu salah satu Pemuda Ananias Sales, sangat
setuju untuk menaikkan harga rokok, ini salah satu cara efektif untuk mencegah
penyakit kronik yang berasal dari rokok di Timor Leste.
“Ini
adalah pemikiran yang positif, kita berharap bisa berjalan dan harus ada
pengecekan yang baik, lanjutnya.
Referensi:
Dili Weekly

Tidak ada komentar:
Posting Komentar